Pulau Kamaro Tempat Wisata Populer di Palembang

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan delta sungai? Delta sungai ada sisi kering hasil dari pengendapan lumpur dan tanah yang terbawa oleh arus sungai. Proses bertahun-tahun akhirnya membuat delta ini menjadi semacam daratan terpisah dari tepian sungai seolah sebagai pulau terapung. Dan itulah pulau Kemaro, sebuah pulau yang menjadi salah satu tempat wisata di Palembang yang cukup populer.

Pulau ini berada di tengah kota Palembang. Lokasinya juga sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 6 km dari jembatan Ampera, jembatan yang membelah sungai Musi dan menghubungkan dua sisi tepian sungai Musi. Pulau Kemaro adalah salah satu objek wisata Palembang yang tidak hanya digemari para wisatawan juga masyarakat setempat. Jaraknya yang dekat dan murah biaya membuatnya disukai. Anda cukup mengeluarkan modal 25 ribu untuk kapal dan Anda bisa mencapai pulau dalam 10 menit dari tepian Musi.

Ada keistimewaan dari pulau Kemaro ini yang membuatnya digemari wisatawan. Pulau ini konon tetap kering meski sungai tengah pasang di musim penghujan. Tetapi bukan itu keistimewaan utamanya, keistimewaan itu terletak pada kisah legenda yang melatari serta berbagai bangunan yang terdapat di pulau cantik ini.

Sebuah legenda memang demikian melekat dengan pulau Kemaro, terkait dengan kisah tua mengenai putri dari kerajaan Palembang masa lampau dan kisah cintanya dengan seorang pangeran dari tanah Tiongkok, Siti Fathimah dan Tan Bu An. Ketika sang pangeran menempuh pendidikan di tanah Palembang, beliau jatuh hati pada Siti Fathimah dan berminat meminangnya. Keduanya setuju untuk melanjutkan kisah cinta mereka ke dalam pernikahan, namun sang orang tua berkenan meminta syarat berupa uang emas dalam 9 guci.

Pangeran Tan mengirim utusan untuk meminta ayahnya mengirimkan uang sesuai permintaan keluarga Siti Fathimah. Sesampainya rombongan dari China, Pangeran Tan mengecek sendiri isi Guci dan malah mendapati guci-guci ini berisi sayuran dan buah. Maka naik pitamlah sang pangeran dan membuatnya melempar seluruh guci ini ke dalam sungai.

Tak diketahuinya, sang ayah sengaja mengirim uang emas 9 guci dengan ditutupi sayuran supaya tidak diganggu bajak laut. Menyesal telah membuang emas 9 guci, pangeran Tan menceburkan diri ke dalam sungai demi mengambil kembali semua uang emas pemberian sang ayah. Namun sayang upayanya malah gagal dan pangeran tan mati tenggelam.

Mendengar sang calon suami mati tenggelam, putri Fathimah mengejar pangeran dan menceburkan diri ke dalam sungai sampai beliaupun menjemput mautnya di dalam aliran sungai Musi. Keduanya ditemukan mati dan akhirnya diselamatkan dan dimakamkan berjajar di tepian pulau Kemaro. Berteduhkan pohon jodoh yang hingga kini dianggap bertuah. Bila Anda menggoreskan nama Anda dan pasangan Anda pada kulit  pohon , Anda dan pasangan Anda akan langgeng dan berjodoh.  Dan hal ini sangat diyakini oleh banyak pengunjung terbukti dengan adanya banyak goresan nama pasangan di setiap sisi pohon.

Pulau Kemaro Palembang Indonesia

Pada kisah lain, diyakini kedua sejoli tersebut tak pernah ditemukan dan malah muncul delta pulau kemaro ini secara mendadak lengkap dengan sebuah pohon yang kini dijuluki sebagai pohon cinta atau pohon jodoh. Kisah legenda dari pulau wisata Palembang inilah yang kemudian membuat pulau ini terlihat kental dengan nuansa tionghoa. Anda bisa menjumpai sebuah pagoda khas ala negeri Tionghoa seperti Pagoda Avalokitesvara  yang menjadi salah satu tempat wisata di Semarang. dengan 9 atap dan kuil Budha di sisi lain yang tak kalah cantiknya. Bahkan di musim perayaan tradisional China, pulau Kemaro ini menjadi sangat padat untuk upacara dan perayaan.

Bukankah Indonesia memang sebuah surga wisata yang kaya akan legenda dan panorama alam yang memikat? Anda bisa buktikan sendiri dari pulau Kemaro yang menawan ini. Itu sebabnya jangan pernah lewatkan kesempatan singgah pada tempat wisata di Palembang satu ini. Kunjungi juga wisata lain di Pulau Sumatera seperti wisata di Medan, wisata di Padang Sumatera Barat di pengendolan.com.